teater Tokoh Wacana

Menengok Tadashi Suzuki (1)

oleh Alexander GB Model pemanggungan teater terus mengalami perkembangan, baik definisi, cara penghadiran, termasuk fungsi atau peran aktor dan penontonnya. Perbedaan cara penghadiran ini berkaitan model pendekatan dan motode latihan keaktoran pada akhirnya. Tuntutan aktor di masa pra-realisme berbeda dengan realisme dan berbeda juga dengan post-realisme. Namun selalu ada tuntutan atau kebutuhan kualitas atau kemampuan …

Continue Reading
diskusi sastra

Tiga Novel dari Tiga Aktor Komunitas Berkat Yakin Lampung

Jumat, 19 Januari 2018 menjadi saksi tiga aktor Komunitas Berkat Yakin (Kober) Lampung menerbitkan tiga novelnya. Veneu yang dipilih adalah Graha Kemahasiswaan Univesitas Lampung, pukul 19.00 WIB. Pembahas adalah sastrawan, sutradara kondang, dan sekaligus Pimpinan Teater Satu Lampung, Iswadi Pratama. Sementara untuk moderator dipercayakan pada Ari Pahala Hutabarat, sastrawan, sutradara, dan Pimpinan Komunitas Berkat Yakin. …

Continue Reading
diskusi sastra

Peluncuran dan Diskusi Buku Puisi karya Tujuh Carik Perca karya Tujuh Penyair Perempuan Lampung

Buku kumpulan puisi berjudul “Tujuh Carik Perca” diluncurkan di Kafe Woodstairs, Bandar Lampung, Rabu, 6 September 2017. Buku tersebut memuat puisi-puisi mini karya tujuh penyair perempuan asal Lampung, yakni Fitri Yani, Hamidah, Iin Muthmainah, Inggit Putria Marga, Liza Mutiara, Nersalya Renata, dan Ruth Marini. Iswadi Pratama, Penyair dan Sutradara Teater Satu Lampung, menyambut baik kehadiran …

Continue Reading
Esai sastra

Membaca Buku Puisi REKAMAN TERAKHIR BECKETT (2)

Inovasi, baik di dalam seni maupun sains, mesti memiliki landasan teoritis yang kokoh, sehingga dengan itu orang yang memiliki kompetensi—siapa pun orangnya—bisa menguji-nya. Hasil dari pengujian itu hanya ada dua, yaitu: terbukti inovatif atau tidak terbukti inovatif. Oleh karenanya, sebuah klaim inovasi di dalam seni atau sains harus memiliki lan-dasan teoritisnya. Ketika Einstein menyanggah teori …

Continue Reading
Esai sastra

Membaca Buku Puisi REKAMAN TERAKHIR BECKETT (1)

Catatan Membaca Kumpulan Puisi “REKAMAN TERAKHIR BECKETT” Karya Ari Pahala Hutabarat Oleh Ahmad Yulden Erwin* “It certainly concerns God, for the genealogy of evil is also a theodicy. The catastrophic origin of societies and languages at the same time permitted the actualization of the potential faculties that slept inside man.”1) — Jaques Derrida, “Of Grammatology”, …

Continue Reading
Opini Wacana

ENAM KESESATAN BERPIKIR ORANG INDONESIA

Oleh Reza A.A Wattimena Fakultas Filsafat, Unika Widya Mandala Surabaya Mengapa bangsa kita sulit sekali untuk bergerak menjadi bangsa maju? Dalam arti ini, bangsa maju memiliki tiga ciri berikut, yakni kemakmuran ekonomis yang merata di seluruh warganya (kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin tipis), keadilan hukum dan jaminan atas hak-hak asasi bagi semua rakyat …

Continue Reading
Tokoh

Ari Pahala Hutabarat

Ari Pahala Hutabarat (Antara Tuhan, Puisi, Teater, dan Sekolah) Tentang Hujan hingga Tuhan Tuhan Tuhan berkata, “Dulu Aku menciptakan Adam hanya mempergunakan satu suku kata: Kun! Tapi kemudian, ia dan anak-anaknya berbalik menciptakan Aku. Bukan dengan satu, namun dengan ribuan kalimat dan buku.” (Antologi Puisi dan Cerpen Hilang Silsilah, DKL, 2013. hal 14.) Petikan puisi …

Continue Reading